
Cinder City Bikin Heboh: Diminta RAM 64 GB, Ternyata Cuma Salah Ketik
Cinder City Bikin Heboh: Diminta RAM 64 GB, Ternyata Cuma Salah Ketik
Dunia gaming PC kadang penuh dengan kejutan. Tapi kejutan yang terjadi minggu ini bukan soal grafis gila-gilaan atau gameplay revolusioner. Melainkan sebuah angka yang bikin seluruh komunitas gamer langsung panik: RAM 64 GB.
Ya, kamu tidak salah baca. Sebuah game PC bernama Cinder City sempat mencantumkan spesifikasi minimum RAM 64 GB di halaman Steam mereka. Untuk konteks, mayoritas gamer PC saat ini masih pakai RAM 16 GB. Bahkan survei terbaru Steam menunjukkan hanya 4 persen pengguna yang punya RAM 64 GB. Angka itu biasanya ditemukan di workstation atau PC untuk kebutuhan AI — bukan untuk bermain game.
Video: Cinder City dan kehebohan spesifikasi RAM 64 GB / YouTube
Komunitas Langsung Panik
Begitu informasi itu menyebar, reaksi gamer begitu cepat dan massif. Forum-forum gaming langsung membanjiri kolom komentar Steam dengan pertanyaan dan kritik. Banyak yang bertanya-tanya: "Game apa ini sampai butuh RAM 64 GB? Bahkan AAA game seperti Starfield atau Cyberpunk 2077 tidak perlu spesifikasi setinggi itu."
Yang bikin makin bingung, kebutuhan GPU-nya justru tidak terlalu tinggi. Cinder City cuma merekomendasikan Nvidia GeForce RTX 4060 dengan VRAM 8 GB, dipadu prosesor Intel Core i7-12700 atau AMD Ryzen 7 7800X3D. Kenapa RAM-nya bisa melonjak sedemikian rupa sementara GPU-nya standar? Pertanyaan itu memicu gelombang spekulasi di kalangan gamer.
Ternyata Cuma Kekeliruan
Beberapa hari setelah kehebohan mencapai puncaknya, pengembang NC akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan resmi, mereka mengonfirmasi bahwa persyaratan RAM 64 GB yang tertera di Steam adalah kesalahan teknis. Spesifikasi yang sebenarnya adalah RAM 32 GB — yang meskipun masih tergolong tinggi, setidaknya tidak separah 64 GB.
"Kami mohon maaf atas kebingungan yang terjadi," bunyi pernyataan dari NC. "Informasi RAM 64 GB adalah kesalahan input pada halaman Steam kami."
Mengapa Ini Penting?
Kasus Cinder City ini sebenarnya mengungkap tren yang mulai mengkhawatirkan di industri gaming PC: spesifikasi minimum yang terus naik. Beberapa tahun lalu, RAM 8 GB sudah cukup untuk main game AAA. Sekarang, 16 GB jadi standar minimum, dan beberapa game mulai merekomendasikan 32 GB.
Ditambah lagi dengan situasi harga memori DDR5 yang sedang melonjak di pasar global, gamer PC harus semakin pintar dalam mengatur budget. Kit RAM DDR5 64 GB saat ini bisa berharga mulai dari Rp 800 ribu hingga jutaan rupiah tergantung merek dan kecepatannya.
Solusi Alternatif: Gaming Mobile Tetap Terjangkau
Di tengah kenaikan spesifikasi PC yang terus menanjak, gaming mobile hadir sebagai alternatif yang masuk akal. Game-game populer seperti Free Fire, Mobile Legends, dan PUBG Mobile tetap bisa dimainkan di smartphone kelas menengah dengan performa yang solid. Tidak perlu merogoh kocek jutaan rupiah untuk upgrade hardware — cukup top up diamond, UC, atau skin favorit dan langsung main.
Bagi kamu yang ingin menikmati gaming tanpa harus pusing soal spesifikasi, top up instan di Melostore bisa jadi pilihan cerdas. Harga termurah, proses cepat, dan garansi uang kembali bikin pengalaman gaming makin menyenangkan tanpa khawatir budget membengkak.
Sumber: Kompas.com / Steam
Top Up UC PUBG Mobile Sekarang