Garansi Uang Kembali — Garansi Uang Kembali Jika Ada KendalaGaransi Uang Kembali — Garansi Uang Kembali Jika Ada Kendala
Google Kalah Banding Rp 73 Triliun — Dampaknya ke Game Mobile & Top-up
Google Kalah Banding Rp 73 Triliun — Dampaknya ke Game Mobile & Top-up
BERITA 3 Juli 2026 3 mnt baca Admin melostore.id

Google Kalah Banding Rp 73 Triliun — Dampaknya ke Game Mobile & Top-up

Google Kalah Banding — Rp 73 Triliun dan Masa Depan Android Gaming

Kamis lalu, 2 Juli 2026, Pengadilan Umum Uni Eropa (EU General Court) memutuskan bahwa Google tetap bersalah atas pelanggaran antitrust terkait sistem operasi Android. Google dinyatakan telah menyalahgunakan posisi dominannya dengan memaksa produsen smartphone untuk pre-install Google Chrome dan Google Search sebagai syarat lisensi Google Play Store.

Denda sebesar 4,34 miliar Euro atau sekitar Rp 73 triliun — yang awalnya dijatuhkan Komisi Eropa pada 2018 — akhirnya dikonfirmasi oleh pengadilan. Keputusan ini jadi pengingat keras buat raksasa teknologi soal aturan persaingan usaha yang ketat di Eropa.

Video: DW News / YouTube

Apa Hubungannya dengan Game Mobile?

Keputusan ini berdampak langsung pada ekosistem mobile gaming — termasuk game-game favorit seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, dan Honor of Kings. Begini kaitannya:

  • Komisi 30% Google Play Store: Salah satu isu utama dalam kasus ini adalah dominasi Google Play Store sebagai satu-satunya distribution channel. Selama Google bisa memaksa produsen untuk pre-install layanannya, mereka bisa mempertahankan posisi dominan Play Store — termasuk komisi 30% yang jadi beban developer game.
  • Kebebasan sideloading: Keputusan ini juga mempengaruhi aturan sideloading Android, yang memungkinkan pengguna memasang game dari luar Play Store. Di masa depan, Google bisa dipaksa untuk lebih fleksibel, yang artinya toko top-up alternatif seperti Melostore bisa lebih mudah diakses.
  • Harga top-up: Kalau kompetisi distribution channel lebih bebas, developer bisa menurunkan harga diamond dan voucher game karena tidak perlu bayar komisi 30% ke Google.

Dampak Langsung buat Gamer Indonesia

Meskipun putusan ini berasal dari pengadilan Eropa, efeknya terasa global. Google sudah mulai menyesuaikan kebijakan di berbagai negara termasuk Indonesia. Beberapa perubahan yang mulai terlihat:

  • Google memperbolehkan developer game untuk menggunakan sistem billing alternatif di beberapa wilayah
  • Biaya langganan dan in-app purchase bisa lebih murah jika developer memilih menggunakan payment gateway sendiri
  • Lebih banyak pilihan toko aplikasi di Android — Samsung Galaxy Store, Amazon Appstore, dan toko operator mulai lebih aktif

Sejarah Perkara Google di Eropa

Ini bukan pertama kalinya Google kena denda besar di Eropa:

  • 2017: Denda 2,42 miliar Euro karena memanipulasi hasil pencarian untuk produk belanja sendiri (Google Shopping)
  • 2018: Denda 4,34 miliar Euro untuk kasus Android antitrust — yang baru saja dikonfirmasi ini
  • 2019: Denda 1,49 miliar Euro untuk praktik anti-persaingan di iklan search AdSense
  • Total: Lebih dari 8,2 miliar Euro denda yang harus dibayar Google ke Uni Eropa

Sumber: PocketGamer.biz / KompasTekno / DW News

Apa yang Bakal Terjadi Selanjutnya?

Google masih bisa mengajukan banding ke Mahkamah Eropa (European Court of Justice). Tapi dengan pengadilan tingkat pertama sudah mengkonfirmasi pelanggaran, kemungkinan Google menang tipis. Yang lebih penting, Digital Markets Act (DMA) yang berlaku penuh sejak 2024 sudah memberikan aturan yang lebih ketat untuk gatekeeper platform seperti Google — jadi ke depannya, Google nggak bisa semena-mena menerapkan aturan Play Store.

Buat kamu yang main game mobile, ini artinya ekosistem top-up bisa semakin kompetitif. Harga diamond, UC, dan voucher game bisa lebih murah dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, tetap top up di Melostore aja — harga terbaik, proses cepat, dan aman!

Sumber: PocketGamer.biz / KompasTekno / DW News

Top Up Diamond di Melostore — Harga Termurah