
Running Train: Game Simulator Kereta Buatan Developer Mojokerto yang Bikin Media Jepang Puji Visual Realistis
Di Steam, kamu pasti pernah lihat game-game Jepang bertema kereta dengan visual yang bikin mata terbelalak. Grafik sinematik, landscape pedesaan Jepang yang super realistis, sampai detail cahaya matahari sore yang masuk ke kabin masinis — game-game seperti itu biasanya langsung kita duga kerjaan studio Jepang kelas kakap. Tapi coba lihat ke belakang layar Running Train, game simulasi kereta viral yang lagi bikin heboh komunitas gamer internasional: ternyata dibuat oleh satu orang developer Indonesia dari Mojokerto.
Bukan studio besar, bukan tim puluhan orang. Cuma Rizky Nova dari Novatetsu Games, yang mengembangkan game ini selama lebih dari tiga tahun menggunakan Unreal Engine 5. Hasilnya? Media Jepang seperti Automaton sampai menulis panjang lebar soal visual game ini, memujinya sebagai salah satu simulasi kereta paling realistis yang pernah mereka lihat di Steam.
Dari Kabin Masinis, Langsung Masuk Jantung Pedesaan Jepang
Begitu kamu masuk game, suasana langsung berubah. Kamu berdiri di dalam kabin masinis, dengan panel kontrol yang dibuat detail. Di depanmu, jalur kereta membentang lebih dari 40 kilometer melewati pedesaan Kofuku dan pesisir Hayamori — lengkap dengan stasiun kecil, area pesisir, sampai pemandangan pegunungan yang berubah warna sesuai waktu.
Tapi ini bukan game jalan-jalan biasa. Kamu harus benar-benar mengoperasikan kereta: akselerasi pelan-pelan, pengereman tepat waktu, mematuhi batas kecepatan, merespons sinyal, menjaga jadwal keberangkatan dan kedatangan, sampai menghentikan kereta dengan presisi di peron. Setelah perjalanan selesai, performa dinilai — mulai dari ketepatan waktu sampai keselamatan penumpang.
Pengalaman bermainnya serius banget, tapi tenang saja kalau kamu cuma mau santai. Ada fitur auto-drive yang memungkinkan kamu menikmati perjalanan tanpa harus terlalu fokus. Tinggal duduk, lihat pemandangan, dengar suara roda di atas rel, dan rasakan atmosfer pedesaan Jepang tanpa tekanan. Cocok banget buat melepas penat setelah seharian bekerja atau main game kompetitif.
Respon Dunia: Dari Steam Sampai Media Jepang
Sejak dirilis pada 24 Mei 2026 lalu di Steam dengan harga Rp229 ribu, Running Train langsung mendapatkan status ulasan "Very Positive" dari ribuan pemain global. Bukan cuma gamer Indonesia yang antusias — komunitas simulasi kereta Jepang, yang terkenal kritis terhadap visual game, langsung memberikan pujian tinggi.
Ucapan manis datang dari Automaton, media gaming terkemuka dari Jepang, yang menyoroti bagaimana Running Train mampu menangkap suasana jalur kereta pedesaan Jepang dengan detail yang sangat meyakinkan. "Seolah-olah pemain benar-benar duduk di kabin masinis kereta di Jepang," tulis mereka. Buat game yang dibuat oleh solo developer Indonesia, ini pencapaian yang luar biasa.
Kabar baiknya, game ini juga sudah bisa dimainkan di Indonesia dengan spek yang cukup terjangkau. Minimum requirement-nya: Intel Core i7-7700HQ atau AMD Ryzen 5 1500X, RAM 8 GB, dan GPU Nvidia GTX 1050M 4GB VRAM. Kalau punya laptop gaming kelas menengah dari 2-3 tahun lalu, kemungkinan besar sudah jalan lancar.
Contoh Nyata Developer Indonesia Bisa Bersaing Global
Cerita Running Train mengingatkan kita pada tren game indie Indonesia yang terus naik. Mulai dari game simulasi seperti ini, sampai action-adventure dan horror, developer lokal terus membuktikan kalau mereka bisa bersaing di pasar global tanpa harus pindah ke luar negeri.
Sambil nunggu update konten baru Running Train, jangan lupa top up diamond buat game mobile favorit kamu di melostore.id. Top up instan, harga termurah, dan dijamin terpercaya dengan garansi uang kembali. Prosesnya cepat dan aman, langsung masuk ke akun game kamu.
Sumber: Uzone.id / Automaton / Suara.com / Telset.id
Top Up Diamond Free Fire Sekarang