Garansi Uang Kembali — Garansi Uang Kembali Jika Ada KendalaGaransi Uang Kembali — Garansi Uang Kembali Jika Ada Kendala
Sony Resmi Setop Bikin Kaset PS Mulai 2028, 5 Tradisi Gamer yang Bakal Hilang
Sony Resmi Setop Bikin Kaset PS Mulai 2028, 5 Tradisi Gamer yang Bakal Hilang
BERITA 17 Juli 2026 3 mnt baca Admin melostore.id

Sony Resmi Setop Bikin Kaset PS Mulai 2028, 5 Tradisi Gamer yang Bakal Hilang

Akhir Era Kaset PS: Sony Resmi Setop Bikin Game Fisik Mulai 2028

Coba ingat masa kecilmu. Kamu berdiri di depan etalase toko game, mata langsung tertuju pada kotak-kotak berwarna-warni. Kamu ambil satu, balik kotaknya, baca deskripsi di bagian belakang, dan bertanya ke penjaga toko: "Bang, game ini seru nggak?" Itu adalah ritual yang sudah berlangsung selama tiga dekade. Dan sekarang, ritual itu resmi akan berakhir.

Sony Interactive Entertainment (SIE) baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan seluruh produksi game PlayStation dalam format cakram atau disc mulai Januari 2028. Mulai saat itu, semua game baru hanya akan tersedia secara digital melalui PlayStation Store maupun kode unduhan yang dijual di toko ritel.

Video: Pengumuman Sony soal penghentian produksi game fisik / YouTube

Kenapa Sony Ambil Keputusan Ini?

Sebenarnya, tren digitalisasi sudah terjadi sejak PS4. Pada generasi itu, Sony sempat mencoba PS4 Pro Digital Edition yang tanpa disc drive. Langkah ini dilanjutkan dengan PS5 Digital Edition yang harganya lebih murah dibanding versi disc. Dari sisi bisnis, distribusi digital memang jauh lebih menguntungkan: tidak ada biaya produksi fisik, tidak ada rantai logistik, dan margin keuntungan lebih besar.

Tapi di balik angka-angka indah itu, ada sesuatu yang hilang. Dan untuk gamer kawakan, kehilangan itu terasa menyakitkan.

Lima Tradisi yang Bakal Hilang

1. Berburu Game Fisik di Toko

Sebelum era digital, membeli game fisik adalah pengalaman tersendiri. Gamer rela datang ke toko, membandingkan harga, berbincang dengan penjaga soal rekomendasi game, dan merasakan sensasi memegang kotak game baru. Mulai 2028, pengalaman itu berganti jadi scroll-scroll di PlayStation Store.

2. Sensasi Unboxing Kotak Game Baru

Unboxing game baru — membuka segel, memasukkan disc ke konsol, membaca buku manual — itu sensasi yang tidak tergantikan. Belum lagi bonus-bonus fisik seperti poster, artwork, atau merchandise edisi terbatas yang menyertai game fisik. Semua itu akan jadi kenangan manis.

3. Tukar Kaset dengan Teman

Salah satu budaya paling melekat di kalangan PlayStation: saling meminjam game. Kamu main game teman selama seminggu, habis itu balikin. Nanti giliran kamu yang pinjamin. Sayangnya, lisensi game digital hanya melekat pada satu akun — tidak bisa dipinjamkan semudah kaset fisik.

4. Jual Beli Game Bekas

Pasar game bekas selama ini jadi penyelamat bagi gamer dengan budget terbatas. Game yang sudah tamat bisa dijual kembali, dan gamer lain bisa mendapatkannya dengan harga lebih murah. Dengan game digital, praktik ini otomatis hilang.

5. Koleksi Game Fisik

Bagi sebagian gamer, mengoleksi game fisik adalah kebanggaan tersendiri. Dari kaset PS1 yang sudah memudar hingga box set edisi collector, koleksi itu adalah bukti perjalanan gaming seseorang. Koleksi digital tidak akan pernah memberikan rasa yang sama.

Dampaknya untuk Gamer Indonesia

Di Indonesia, kehilangan game fisik juga berarti kehilangan akses ke harga yang lebih kompetitif. Selama ini, banyak gamer Indonesia membeli game fisik bekas atau mencari diskon di toko offline. Dengan transisi ke digital sepenuhnya, harga game akan sepenuhnya ditentukan oleh PlayStation Store — yang sering kali lebih mahal dibanding marketplace fisik.

Namun, ada sisi positifnya juga. Game mobile seperti Free Fire, Mobile Legends, dan PUBG Mobile tetap menjadi alternatif gaming yang affordable. Tidak perlu beli game seharga Rp 1,4 juta — cukup top up sesuai kebutuhan dan nikmati konten premium yang terus diperbarui. Top up instan dan terpercaya kini makin mudah dijangkau oleh semua kalangan gamer Indonesia.

Sumber: Kompas.com / PlayStation Blog

Top Up Diamond Mobile Legends Sekarang