
Xbox Game Pass Gagal: Asha Sharma Akui Strategi Salah, Hanya 30 Juta Subscriber
Dua hari lalu, Xbox resmi mengumumkan PHK terbesar dalam sejarah mereka — 3.200 karyawan akan kehilangan pekerjaan dalam tahun fiskal ini. Tapi di balik angka PHK yang mencengangkan itu, ada pengakuan yang jauh lebih bombastis dari CEO Xbox Asha Sharma: strategi Game Pass telah gagal.
Game Pass: Target 77 Juta, Realitanya 30 Juta
Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip IGN pada 7 Juli 2026, Microsoft seharusnya sudah mencapai sekitar 77 juta subscriber Game Pass di tahun 2026 ini. Kenyataannya? Hanya sekitar 30 juta subscriber — selisih hampir 50 juta dari target.
Angka ini bahkan lebih menyakitkan jika diingat bahwa dalam sidang FTC vs Microsoft tahun 2023, Microsoft pernah menargetkan 100 juta subscriber pada tahun 2030. Dengan pertumbuhan yang sepertinya sudah menemui tembok, target tersebut terasa semakin jauh dari jangkauan.
Salah satu alasan utamanya adalah harga yang terus naik. Phil Spencer pernah menaikkan harga Game Pass sebesar 50% pada Oktober tahun lalu — sebuah langkah yang saat itu diakui oleh chief strategy officer Matthew Ball sebagai sesuatu yang akan membuat subscriber menurun. Dan memang, angka subscriber konsol khususnya mengalami stagnasi yang nyata.
Dampak ke Dunia Gaming
Dampak dari kegagalan strategi Game Pass ini sangat luas. Beberapa konsekuensi yang sudah terjadi:
- PHK massal — 3.200 karyawan Xbox kehilangan pekerjaan, dengan 1.600 di antaranya diumumkan langsung minggu ini.
- Studio ditutup atau dijual — Empat studio sudah keluar dari Microsoft sebagai bagian dari restrukturisasi ini.
- Eksternal funding dicabut — IO Interactive, developer Hitman dan 007: First Light, mengumumkan penutupan studio Istanbul mereka setelah Xbox mencabut dana untuk Project Dragon, sebuah online fantasy RPG yang sedang dalam pengembangan.
- Target baru yang ambisius — Asha Sharma mengumumkan target baru: Xbox harus mencapai satu miliar pemain setiap harinya. Saat ini, Xbox mencapai satu miliar pemain setiap tahunnya — bukan setiap hari.
Apa Artinya untuk Pemain?
Bagi pemain, situasi ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, kekhawatiran akan kualitas game day-one di Game Pass akan meningkat. Jika subscriber tidak bertambah, Microsoft mungkin akan lebih selektif dalam mengakuisisi konten untuk layanan ini.
Kedua, fokus Xbox mungkin akan bergeser dari subscription service ke model distribusi yang lebih tradisional — artinya game-game besar mungkin tidak lagi hadir day-one di Game Pass, atau harganya akan naik lagi.
Ketiga, pengembang game indie yang selama ini mengandalkan deal Game Pass sebagai sumber pendapatan tambahan kini harus mencari alternatif lain, termasuk Steam, PlayStation Store, atau Nintendo eShop.
Sementara industri konsol dan PC sedang dalam gejolak besar, game mobile tetap jadi tempat yang stabil buat menikmati gaming sehari-hari. Kalau kamu lagi cari cara top up game favoritmu dengan harga termurah dan proses instan, Melostore hadir sebagai solusi terpercaya dengan garansi uang kembali. Nggak perlu khawatir soal server down atau transaksi gagal — prosesnya cepat dan aman.
Top Up Game Favoritmu SekarangSumber: IGN / Wall Street Journal / VG247